Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor meminta BAZNAS dan LAZ untuk melakukan sinkronisasi terhadap seluruh program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Tarmizi, baik Kemenag, BAZNAS, dan LAZ masing-masing mempunyai program untuk memperbaiki ekonomi masyarakat. Namun program tersebut belum bersinergi secara optimal.
"Misalnya, Kemenag lakukan program di desa A, BAZNAS buat lagi di desa B, lalu ada LAZ juga buat program serupa di desa lainnya. Hal ini yang perlu kita sinkronisasi agar fokus di satu titik," ujar Tarmizi di Jakarta, Selasa (21/6/2022).
Untuk itu, Tarmizi mengatakan, Kemenag telah mempunyai program Kampung Zakat yang saat ini sudah berjalan di 17 lokasi seluruh Indonesia. Ia berharap, program Kampung Zakat dapat menyatukan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dimiliki BAZNAS dan LAZ.
"Program ini akan lebih baik jika difokuskan pada satu titik, yakni di wilayah yang memang benar-benar termasuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," lanjutnya.
Tarmizi menambahkan, apabila semua program pemberdayaan ekonomi masyarakat saling bersinergi, maka tujuan meningkatkan kesejahteraan umat melalui dana zakat dapat segera terwujud.
"Dengan melakukan sinergi dan kolaborasi semua pihak, maka angka kemiskinan di Indonesia dapat semakin ditekan," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



