Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib mengatakan, moderasi beragama merupakan salah satu upaya mewujudkan kerukunan. Pernyataan ini disampaikan Adib saat membuka Salam Sapa Agen Resolusi Konflik (ARK).
"Moderasi beragama merupakan salah satu upaya mewujudkan kerukunan. Sangat sulit sekali mewujudkan kerukunan tanpa moderasi beragama," ujar Adib dalam kegiatan yang digelar Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Ditjen Bimas Islam Kemenag melalui Zoom pada Rabu (12/10).
Menurut Adib, moderasi beragama merupakan perangkat lunak untuk merekatkan kerukunan antarumat beragama. Sementara perangkat kerasnya, kata dia, adalah Sistem Pendeteksi Dini Konflik Keagamaan.
"Karena itu nanti perangkat keras berupa Sistem Deteksi Dini Konflik Keagamaan tidak hanya Kementerian Agama saja yang bergerak, tapi ada pihak lain seperti Kejaksaan dan Kepolisian. Kedua pihak itu terlibat ketika konflik sudah terjadi," katanya.
Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini optimis, keberhasilan moderasi beragama dan Sistem Peringatan Dini Konflik Keagamaan akan mewujudkan kerukunan umat beragama.
"Kalau perangkat lunak dan perangkat keras ini sukses, maka kerukunan yang merupakan sebuah cikal bakal dari keharmonisan dan salah satu syarat memajukan peradaban berpeluang akan sukses juga. Ini merupakan amanat besar yang akan menjadi amal jariah bagi kita semua," pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



