Samarinda, Bimas Islam – Sehari sebelum perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional di Kalimantan Timur, berlangsung Malam Ta’aruf yang mempertemukan dewan hakim, seluruh kafilah, panitia, dan ofisial di Odah Etam, Kantor Gubernur, Kota Samarinda, Sabtu malam (7/9/2024).
Dalam kesempatan itu, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menjelaskan, gelaran MTQ kali ini merupakan momentum untuk mengembangkan ilmu pengetahuan modern yang berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an. Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga dapat mendorong integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam.
“Sangat penting bagi kita untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkandung dalam Al-Qur’an, sehingga relevansinya tetap terjaga dalam kehidupan modern. Ini juga menjadi bekal penting bagi Indonesia untuk bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mengungkapkan pentingnya untuk menggali pengetahuan modern di samping ilmu agama yang dapat menjadi pedoman bagi para pembina MTQ agar menanamkan semangat keilmuan dan inovasi kepada generasi muda.
“Kita tidak hanya ingin mencetak qari, hafiz, mufasir, atau khattath (seniman kaligrafi Qur’an) yang unggul, tetapi juga memperlebar cakrawala mereka untuk menjadi ilmuwan dan inovator yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Kamaruddin.
Melalui tema ‘Transformasi Digital’ yang diusung Kementerian Agama dalam perhelatan MTQ Nasional tahun ini, generasi muda Muslim yang berprestasi di bidang Al-Qur’an diharapkan mampu menyeimbangkan pemahaman agama dengan pengetahuan modern.
Selain itu, Kamaruddin juga menyebut, digelarnya Malam Ta’aruf merupakan wadah penting untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta memperkokoh ikatan kebangsaan. “Semangat kebersamaan yang terjalin di acara ini didasari oleh visi bersama untuk membangun harmoni yang kokoh di tengah keberagaman, serta memperkuat rasa persatuan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an,” jelasnya.
Menurut Kamaruddin, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bukan hanya mengatur aspek ibadah, tetapi juga muamalah, pembangunan masyarakat, dan kemajuan peradaban.
“Al-Qur’an juga mengajarkan berbagai aspek kehidupan, mulai dari akidah, ibadah, hukum, akhlak, sejarah, hingga ilmu pengetahuan. Ini menjadi landasan bagi umat Islam untuk terus maju, terutama dalam menghadapi tantangan global,” pungkasnya.
Wcp/Mr



