Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri menyebut Musabaqah Hafalan Al-Qur'an dan Al-Hadits (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud tingkat Nasional berperan dalam meningkatkan syiar dakwah di Indonesia. Hal ini disampaikan Syamsul dalam Rapat Konsultasi Persiapan Penyelenggaraan Musabaqah yang dihelat secara virtual di Jakarta, Selasa (1/3/22).
"Musabaqah ini memiliki arti dan makna penting bagi persahabatan dan kerja sama kedua negara yang dapat memberikan kontribusi serta stimulan terhadap syiar dakwah dan pendidikan Al-Quran dan hadis di Indonesia," ungkap Syamsul.
Syamsul menambahkan, penyelenggaraan MHQH setiap tahun merupakan kehormatan bagi pemerintah, umat Islam, dan bangsa Indonesia. Syamsul berharap, hubungan baik kedua negara akan terus terjalin di berbagai bidang.
"Persahabatan dan kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi memiliki dimensi yang luas, mencakup bidang agama, pendidikan, politik, ekonomi, dan kebudayaan," tegas Syamsul.
Hadir dalam rapat ini, Wakil Dubes Kerajaan Arab Saudi, Yahya Al-Qahthani, Atase Agama Kedubes Arab Saudi, Ahmed bin Essa Al-Hazmy, perwakilan Kemenko Marves, dan perwakilan Kemenlu.
Hadir pula Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Quran dan Al-Hadits, Rijal Ahmad Rangkuty, Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Sayid Alwi Fahmi, Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi, dan Analis Kebijakan pada Seksi Kemitraan Ormas Islam, Udin Saefudin.
MHQH Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud tingkat Nasional ke-14 tahun 2022 akan dilaksanakan di Jakarta, 21-24 Maret 2022. Sebagaimana tahun 2021, musabaqah akan dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



