Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama (Kemenag), Juraidi mengatakan, Panitia Musabaqah Hafalan Al-Qur'an dan Hadis (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat Nasional ke-13 berkomitmen melaksanakan protokol kesehatan (prokes) secara ketat selama pelaksanaan musabaqah.
"Kami sangat bersungguh-sungguh dalam melaksanakan MHQH ini. Pelaksanaannya sudah penuhi syarat Prokes. kita bertekad melaksanakan Prokes secara ketat," ungkap Juraidi di Jakarta, Senin (8/3/21).
Dalam rapat yang dihadiri Kepala Atase Agama Kedubes Arab Saudi, Syekh Ahmed bin Essa Al-Hazmi dan Sekretaris Atase Agama, Al-Baraq Al-Ameer ini, Juraidi menyampaikan, panitia telah mendapatkan surat rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Tingkat Nasional dan Provinsi.
"Karena keadaan masih pandemi Covid-19, maka pelaksanaan harus memenuhi ketentuan Prokes. Oleh karena itu, kami mengirim surat memohon rekomendasi dari Satgas Covid-19 Nasional. Surat rekomendasi tersebut terbit pada Februari 2021 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kami juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 Provinsi DKI Jakarta," tambah Juraidi.
Juraidi menambahkan, MHQH Tingkat Nasional ke-13 ini merupakan spesial karena hanya dilangsungkan di Indonesia atas kerja sama Kementerian Agama dengan Atase Agama Kedubes Arab Saudi. Pihaknya menyatakan, musabaqah juga menjadi bukti pemuliaan terhadap Al-Qur'an.
"Selain sebagai kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi, musabaqah ini merupakan bentuk pemuliaan terhadap Al-Qur'an. Setiap kita yang memuliakan Al-Qur'an akan dimuliakan Allah," tambahnya.
Dalam rapat yang juga dihadiri Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar ini, panitia menegaskan komitmen pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat selama pelaksanaan musabaqah.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



