Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi mengatakan, gelaran Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2024 lebih dari sekadar forum silaturahim, tetapi juga merupakan wadah akademik yang objektif. Para penyuluh tidak hanya berkompetisi, tetapi juga berdiskusi, bertukar gagasan, dan menguji konsep-konsep inovatif dalam tugas kepenyuluhan.
"Forum ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ajang kontestasi ide dan gagasan. Para penyuluh selama tiga hari terakhir telah melakukan diskusi, kontestasi, dan eksaminasi konsep-konsep yang mereka bawakan," ujarnya saat menyampaikan laporan pelaksanaan PAI Award 2024 di Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Dalam ajang ini, terdapat 8 kategori lomba dalam berbagai bidang. Mulai dari peningkatan literasi Al-Qur'an, metode penyuluhan baru, penguatan moderasi beragama, hingga pendampingan kelompok rentan dan isu lingkungan hidup.
Setiap kategori, dirancang untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat. "Kami menghadirkan para penguji yang otoritatif dan berkompeten untuk memberikan penilaian yang seadil mungkin," tambah Zayadi.
Selain 8 kategori utama, PAI Award 2024 juga memberi penghargaan kepada para penyuluh yang aktif di media sosial dalam kategori Social Media Influencer. Kategori ini merupakan pengakuan terhadap pentingnya adaptasi para penyuluh di dunia digital.
Penyuluh agama yang mampu memanfaatkan media sosial secara efektif dinilai memiliki kecakapan yang progresif dalam menjalankan tugas. Zayadi juga mengungkapkan, kapasitas para PAI yang ditampilkan dalam ajang ini sangat mengesankan.
"Ternyata ada banyak kapasitas progresif yang menjadi kecakapan para penyuluh agama kita," kata Zayadi.
Ke depan, Zayadi berharap, ajang PAI Award ini tidak hanya berakhir pada pemberian apresiasi semata. Melalui silaturahmi yang terjalin dalam forum ini, para penyuluh diharapkan dapat terus melanjutkan aksi nyata di lapangan.
"Harapannya, kegiatan ini akan diikuti dengan tindak lanjut yang nyata, sehingga desain kegiatan yang sudah dimiliki oleh para penyuluh bisa diwujudkan secara lebih efektif," pungkas Zayadi.
Fn/Mr



