Jakarta, Bimas Islam-- Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2024 merupakan langkah Kemenag dalam memberi apresiasi dan memperkuat peran strategis PAI. Acara tahunan ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi kinerja penyuluh agama, tetapi juga menjadi momentum dalam menemukan dan mengembangkan praktik-praktik terbaik (best practice) yang dapat dijadikan landasan untuk merencanakan langkah-langkah ke depan.
PAI Award 2024, yang digelar Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais), menjadi wadah bagi para penyuluh agama untuk memperlihatkan inisiatif dan inovasi dalam menjalankan tugas keagamaan. Direktur Penais, Ahmad Zayadi, menggarisbawahi pentingnya acara ini sebagai ajang apresiasi atas kerja keras penyuluh.
“Event PAI award 2024 ini juga harus kita maknai sebagai bagian dari apresiasi atas kinerja penyuluh agama kita,” ujar Zayadi saat membuka PAI Award di Jakarta, Senin (19/8/2024).
Dikatakan Zayadi, PAI Award selalu melahirkan praktik-praktik terbaik yang menjadi sumber inspirasi bagi penyuluh lainnya. Zayadi mengungkapkan, forum ini akan memunculkan best practice yang baru dan belum pernah ditemukan pada tahun-tahun sebelumnya.
“PAI Award 2024 akan banyak memunculkan best practice yang akan kita temukan, dan itu menjadi energi baru dalam menyusun action plan ke depan,” jelasnya.
Tantangan yang dihadapi oleh PAI, menurut Zayadi, tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritualitas, tetapi juga mencakup berbagai isu sosial, seperti stunting dan pembangunan. Zayadi menegaskan, peran PAI harus mencakup berbagai dimensi kehidupan untuk memastikan bahwa agama dapat menginspirasi kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
“Beragama itu tidak hanya menyangkut aspek-aspek spiritualitas yang sifatnya imanen transindental, tetapi tantangannya adalah bagaimana beragama itu kita bumikan,” tambah Zayadi.
Fn/Mr



