Denpasar, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor memaparkan sejumlah capaian program prioritas zakat dan wakaf yang ada di Provinsi Bali. Di antaranya, program KUA Percontohan Ekonomi Umat, pembangunan Gedung KUA di atas tanah wakaf, dan perkembangan luas aset wakaf.
Tarmizi mengatakan, program KUA Percontohan Ekonomi Umat telah berjalan di Kecamatan Denpasar Timur pada tahun ini. Ia mengungkapkan, Kemenag telah membantu para mustahik dengan memberi modal dan pendampingan usaha.
"Ada sejumlah jenis usaha yang telah kami bantu dan berdayakan, yakni toko kelontong, rumah makan, industri rumahan, hingga toko sepatu," ujar Tarmizi pada acara Rapat Kerja Program Prioritas Bimas Islam di Denpasar, Kamis (22/12/2022).
Selain itu, Tarmizi memaparkan, adanya peningkatan jumlah aset wakaf di Provinsi Bali dari tahun ke tahun. Pada tahun ini, terdapat 1.498 titik lokasi tanah wakaf yang ada di Provinsi Bali.
"Ini naik 25 titik dibanding tahun lalu, yakni 1.473 titik. Tiga lokasi di antaranya telah dibangun Gedung KUA, yakni KUA Kuta, Nusa Penida, Manggis, dan Dawan," lanjutnya.
Tarmizi berharap, dengan capaian program pemberdayaan zakat dan wakaf di Provinsi Bali ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, zakat dan wakaf merupakan instrumen penting dalam perekonomian umat.
"Seperti yang sering saya sampaikan, zakat dan wakaf ini harus dimanfaatkan untuk program yang produktif. Hal ini untuk mengubah mustahik menjadi muzaki," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



