Jakarta, Bimas Islam -- Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama melalui Subdirektorat Kepustakaan Islam menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Bidang Kepustakaan Islam di Jakarta, Senin-Selasa (10-11/7/2023).
“Output kegiatan FGD ini mengangkat profil masjid ramah melalui penulisan buku. Kriteria masjid ramah juga sudah dibahas bersama Subdirektorat Kemasjidan,” ujar Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam, Abdullah Alkholis, Senin (10/7/2023).
Lebih lanjut Alkholis menyampaikan, penulisan buku bertajuk masjid ramah berada dalam tahap outline, pembagian tugas, serta akan ditulis oleh penulis profesional.
“Penulisan buku bertajuk masjid ramah akan ditulis oleh penulis profesional dan disajikan secara informatif,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Ikrom mengungkapkan, penulisan buku tentang profil masjid ramah merupakan upaya untuk menjadi bagian dari orang-orang yang memakmurkan masjid.
“Hari ini, kita sedang berupaya menjadi orang yang bermanfaat, karena mengurus masjid melalui tulisan. Orang yang ditancapkan masjid di hatinya, kelak ada garansi tempat khusus dari Allah,” ungkapnya.
Kegiatan FGD Bidang Kepustakaan Islam diikuti sebanyak 40 orang yang terdiri dari Direktorat Urais dan Binsyar, LTM NU, pengurus Masjid Istiqlal, BRIN, LPBKI MUI, perwakilan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tenaga Perpustakaan Masjid Istiqlal, IKAJIP, dan perwakilan Literasi Teknologi Mandiri.
Wcp/Mr



