Pekalongan, Bimas Islam --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar penguatan muzaki untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kankemenag Pekalongan. Acara ini digelar untuk memaksimalkan memungut zakat secara efektif untuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ).
Kakanwil Kemenag Provinsi Jateng, Mustain Ahmad mengatakan zakat yang memiliki peran strategis menuntut umat Islam untuk benar-benar memperhatikan dan mengupayakan penghimpunan dan pemberdayaannya secara maksimal, sehingga mampu mengatasi berbagai kesenjangan dan persoalan ekonomi kemasyarakatan Islam.
“Oleh karena itu, UPZ Kankemenag Kabupaten Pekalongan harus berinovasi dalam pemungutan. Harus aktif, tidak menunggu sesuai surat At-Taubah ayat 103 yang menyebutkan ‘Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka,” katanya saat memberikan sambutan, Rabu (10/03).
Kakanwil menyatakan untuk mendistribusikan zakat kepada orang yang berhak menerima zakat (mustahiq) bukanlah hal yang sulit. Terdapat dua sasaran dalam mendistribusikan zakat, pertama yang sifatnya konsumtif pada orang-orang fakir, dan kedua adalah pemberdayaan agar merubah penerima zakat menjadi pemberi zakat.
Mustain mengatakan masalah yang penting saat ini adalah bagaimana memungut zakat secara efektif. “Pengolahan dana zakat secara efektif adalah bagian dari ekosistem pembagunan pengembangan ekonomi,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



