Banjarmasin, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Syamsul Bahri menegaskan, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. Hal ini disampaikan Syamsul saat memberikan sambutan pada Launching MTQ Nasional XXIX Tahun 2022.
“Penyelenggaraan MTQ merupakan salah satu jalan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda, generasi bangsa kita ini kepada Al-Qur’an,” ujar Syamsul Bahri dalam sambutannya pada Launching MTQ Nasional XXIX Tahun 2022 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (25/8).
“Tujuan utama pelaksanaan MTQ selain merupakan pengembangan syiar Islam, juga merupakan ikhtiar mengagungkan kalam Ilahi untuk meneguhkan kesuciannya, memperkuat keimanan, dan memperluas fungsi edukatif kitab suci Al-Qur’an bagi segenap umat manusia,” imbuhnya.
Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur itu mengatakan, perhelatan MTQ telah memasyarakat di seluruh tanah air. Menurutnya, hal itu tidak timbul secara instan, tetapi telah melewati proses yang cukup panjang dan didukung faktor sejarah, pendidikan, dan jati diri bangsa Indonesia sejak lama.
“Untuk menyukseskan event ini, dibutuhkan koordinasi dan komunikasi yang intesif dengan lintas lembaga dan kementerian, sehingga akan terselenggara pelaksanaan MTQ yang menghasilkan _output_ yang lebih optimal, lancar, sukses, kesan mendalam bagi seluruh komponen, serta seluruh peserta, dan tamu yang hadir di event dua tahunan,” urainya.
Dia menambahkan, pelaksanaan MTQ Nasional XXIX Tahun 2022 berbeda dari MTQ Nasional dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, kata dia, dilaksanakan di dua belas venue lomba yang mempertandingkan rangkaian cabang perlombaan tersebar di tiga kabupaten/kota.
“Tentu membutuhkan kerja keras dan keseriusan dalam mempersiapkan seluruh perangkat yang dibutuhkan, baik dari sisi transportasi, akomodasi, serta penyiapan perangkat-perangkat lain yang dibutuhkan dalam rangka penyelenggaraan festival keagamaan ini dengan baik dan sukses,” katanya.
Syamsul memuji Kalsel yang secara historis memiliki pengalaman cukup baik, pernah sukses dalam penyelenggaraan MTQ Nasional pada 1970 silam.
“Sejarah mencatat Kalsel pernah sukses melaksanakan MTQ Nasional yang menggelegar di seantero nusantara ini. Dengan semangat dukungan dari pemerintah dan ulama, pengalaman dan sejarah tersebut kiranya menjadi modal besar bagi Provinsi Kalimantan Selatan untuk kembali melaksanakan event keagamaan nasional ini dengan lancar dan lebih sukses lagi,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



