Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) Tarmizi Tohor mengakui hingga saat ini, Rukun Islam yang masih perlu ditingkatkan pemahaman dan implementasinya oleh umat adalah berzakat.
“Salat, saya kira hampir semua umat Islam salat. Puasa, apalagi, umat Islam bersemangat dalam melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Semua orang juga memiliki semangat menunaikan ibadah haji. Tetapi bagaimana dengan zakat?” katanya saat ditemui di Kantor Kemenag Jalan MH. Thamrin, Jumat (16/4).
Direktur menilai, untuk zakat fitrah implementasinya sangat bagus. Semua orang di Indonesia, mayoritas menunaikan zakat fitrah ini. Namun untuk pelaksanaan zakat maal, hal ini masih menjadi tantangan.
“Tantangan tersebut harus dilampaui, baik oleh Kemenag maupun penyuluh untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan meningkatkan literasi masyarakat soal zakat agar menunaikan zakat maal,” tuturnya.
Tarmizi menyampaikan, saat ini masih ada jarak yang cukup jauh antara penerimaan zakat dan wakaf, dengan potensi zakat dan wakaf di tingkat nasional. Berdasarkan survei yang dilakukan beberapa lembaga, potensi zakat nasional Indonesia berkisar sekitar Rp 233 triliun dan potensi wakaf nasional berkisar Rp 217 triliun.
“Ini potensi yang sangat besar sekali, tapi hingga saat ini potensi ini belum diberdayakan atau digali sepenuhnya,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



