Lebak, Banten -- Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Banten, Masyhudi menegaskan, program pengiriman Dai ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) tidak dilakukan sebagai praktik Islamisasi. Dikatakannya, tujuan pengiriman Dai tersebut murni untuk memberi pemahaman dan edukasi pada masyarakat Islam di daerah 3T.
“Program Dai 3T ini bukan program Islamisasi. Sekali lagi tidak. Program ini memberi pemahaman dan edukasi terhadap masyarakat Islam sebagaimana masyarakat muslim lainnya membutuhkan pencerahan, ilmu, dan pendidikan keagamaan,” jelasnya saat memberi penguatan materi dalam Program Pengiriman Dai ke Wilayah 3T di Banten, Kamis (6/4/2023).
Masyhudi mengungkapkan, pengiriman Dai ke wilayah 3T ini juga bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat Islam. Dai yang bertugas, imbuhnya, akan memberi contoh dan pengajaran terkait praktik ibadah dan bermuamalah yang baik sesuai dengan ketentuan Islam.
“Kehadiran Dai ini betul-betul memberikan literasi. Memberi petunjuk bagaimana ibadah yang baik, berpuasa yang baik, dan bermuamalah yang baik,” jelasnya.
“Jadi sama sekali tidak dalam konteks Islamisasi, atau misalnya berusaha agar orang-orang non-muslim menjadi Islam,” imbuhnya.
Hal senada juga ditegaskan Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, saat pelepasan Dai 3T, Senin (20/3/2023) lalu di Jakarta. Dikatakan Zayadi, Program pengiriman Dai ini merupakan langkah Kementerian Agama dalam pemerataan akses publik terhadap layanan dan bimbingan keagamaan di masyarakat. Menurutnya, misi ini menjadi instrumen terbaik untuk membangun kerukunan umat beragama.
Dalam kesempatan itu, Zayadi juga mengatakan, Dai yang bertugas sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikan materi keagamaan Islam, terutama moderasi beragama. Ia meyakini, hal tersebut cukup menjadi bekal dalam memberi layanan dakwah yang optimal di wilayah 3T, yakni Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan NTT.
Sementara itu, Kakankemenag Lebak Banten, Badrusalam mengatakan, banyak mualaf dari suku Baduy yang memerlukan bimbingan. Karenanya ia mengungkapkan, Program Pengiriman Dai ke Wilayah 3T yang digagas Kemenag sangat membantu dalam mewujudkan hal tersebut.
“Adanya program dari (Kemenag) pusat ini, kita terbantu. Sebab, di Kecamatan Lewidamar, mayoritasnya mualaf Baduy. Mereka perlu bimbingan dengan dakwah. Kehadiran dari pusat membantu mereka tentang pemahaman agama," ungkapnya saat ditemui di Kantor Kemenag Lebak, Kamis (6/4/2023).
Badrusalam mengatakan, para Dai yang bertugas di wilayahnya telah berdakwah dengan baik. “Kita berdakwah untuk ‘Ud'u ilā sabīli rabbika bil-ḥikmati' atau memberi ajakan kepada mereka, (termasuk Baduy mualaf) dan mereka nantinya bisa mengajak yang lainnya,” jelasnya.
Ia berharap, kehadiran Dai di daerahnya dapat memperkukuh keimanan masyarakat. Menurutnya, dakwah Islam dijalankan dengan mengajak, bukan melalui pemberian iming-iming materi.
“‘Ud'u ilā sabīli rabbika bil-ḥikmati wal-mau'iẓatil-ḥasanati’ (Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik)," ungkapnya mengutip Qs. An-Nahl ayat 125.
“Dengan pemberian pemahaman secara kontinu, mudah-mudahan mualaf Baduy bisa memahami keyakinannya dengan betul-betul, mandiri, dan tidak tergoyahkan,” jelasnya.
Ia juga berharap, program ini dapat terus dijalankan dan tidak berhenti pada satu periode. Menurutnya, kontinuitas dibutuhkan untuk mencapai hasil yang optimal.
Ba/Mr



