Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam (Dirpenais) Kementerian Agama, Syamsul Bahri menyampaikan pentingnya peran Penyuluh Agama Islam dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa. Hal ini diungkap Syamsul dalam Kajian Virtual Mimbar Penyuluh dan Cahaya Al-Qur'an yang dihelat oleh Ditjen Bimas Islam, Rabu (1/9/21).
"Penyuluh Agama Islam yang menjadi tentaranya Kementerian Agama sangat penting dan strategis untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat terutama umat Islam terkait idealnya Pancasila sebagai ideologi bangsa," ungkap Syamsul.
Pancasila, lanjut Syamsul, sangat cocok sebagai payung ideologi bagi banyaknya perbedaan yang ada di Indonesia baik perbedaan suku, budaya, agama, dan ras.
"Perlu kesatuan pemikiran dan sikap yang disebut ideologi. Maka meski berbeda agama, keyakinan, suku, dan agama, ada satu ideologi yang menjadi payung bagi bangsa Indonesia yaitu ideologi Pancasila," tambahnya.
Menjaga Pancasila, sambung Syamsul, merupakan upaya menjalankan amanah para pejuang kebangsaan hingga Indonesia mencapai kemerdekaan dan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kita akan terus wariskan spirit ini kepada generasi seterusnya. Kita wajib memberikan pencerahan bagi masyarakat Indonesia terkait sejarah dan pentingnya menjaga NKRI," tegas Syamsul, penuh semangat.
Sebagai informasi, Kajian Virtual ini merupakan program kerja Ditjen Bimas Islam yang dilaksanakan pada Senin-Jumat dengan tema yang sudah dijadwalkan. Pada Rabu (1/9/21) kajian bertema Penyuluh Agama Islam dan Moderasi Beragama dimoderatori oleh Penyuluh Kota Depok, Cutra Sari. Kajian ditayangkan di Kanal YouTube Bimas Islam TV.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



