Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Jaminan Produk Halal Kemenag, Muhammad Fuad Nasar, menekankan pentingnya pembinaan kehidupan beragama di tengah perubahan sosial dan fenomena rapuhnya ketahanan keluarga. Menurutnya, peran perempuan merupakan titik sentral dalam pembinaan keluarga sekaligus pembentukan generasi berkualitas.
“Al-ummu madrosatun, ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya. Keluarga yang dibentuk melalui ikatan perkawinan sah antara seorang laki-laki dan perempuan adalah fondasi yang menentukan kualitas kehidupan umat dan bangsa,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu (30/8/2025).
Fuad juga mengutip pesan ulama perempuan asal Sumatera Barat, Syaikhah Rahmah El-Yunusiyyah, pendiri Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang. “Mendidik anak laki-laki berarti mendidik seorang manusia. Namun, mendidik anak perempuan berarti mendidik satu keluarga, bahkan satu generasi,” kata Fuad.
Ia mengungkapkan bahwa perempuan sejak dahulu menjadi soko guru peradaban. Karena itu, pendidikan dalam keluarga tidak bisa diabaikan dan membutuhkan keteladanan orang tua.
Lebih lanjut, Fuad menekankan pentingnya menanamkan sikap moderat dalam beragama dan berperilaku sejak dari rumah. “Menanamkan berarti menumbuhkan, merawat, menjaga, dan memelihara. Selain itu, sikap peduli, adil, jujur, dan mencintai sesama amat penting dimiliki setiap orang, dan semua itu berawal dari pendidikan dalam keluarga,” pungkasnya.
Sebelumnya, pernyataan tersebut juga disampaikan Fuad saat hadir mewakili Menteri Agama dan Dirjen Bimas Islam dalam Seminar Pembinaan Kehidupan Beragama dalam Keluarga di Masjid Istiqlal, Rabu, 27 Agustus 2025 yang digelar Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI).
Kegiatan bertema “Penguatan Peran Perempuan dalam Pendidikan dan Spiritualitas Keluarga: Menanamkan Moderasi Beragama dari Rumah" itu juga dihadiri Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga Penasihat Ahli Menteri Agama, Amany Lubis sebagai narasumber.
Fuad/Mr



