Jakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Jajang Ridwan menyampaikan komitmen Kemenag Pusat dalam memberikan perhatian kepada KUA di daerah pedalaman. Tidak hanya soal bangunan, perhatian juga difokuskan pada layanan keagamaan.
"KUA di daerah pedalaman menjadi salah satu concern pimpinan karena di dalam daerah pedalaman ada daerah perbatasan dengan negara lain. Daerah perbatasan merupakan salah satu wajah negara," ungkap Jajang di Jakarta, Kamis (15/9/22).
Jajang menambahkan, Kemenag telah membangun KUA di perbatasan, misalnya di Nunukan, Entikong, Papua, dan daerah lain. "Selain bukti hadirnya pemerintah, KUA di perbatasan merupakan perwakilan dan wajah negara," sambungnya.
Meski mengalami banyak tantangan dalam hal pemenuhan sarana prasarana, imbuh Jajang, perbaikan terus dilakukan Kemenag Pusat. Ia menekankan, pembangunan dan perbaikan akan terus dilakukan ketika suatu daerah memenuhi syarat.
"Ke depan, daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) akan kita tambah perhatikan dengan catatan adanya layanannya yang dibutuhkan masyarakat. Kami akan bangun di daerah perbatasan yang memenuhi syarat. Misalnya, jumlah penduduk, kebutuhan layanan, dan syarat lainnya," tegasnya.
Jajang menegaskan, pembangunan KUA di pedalaman didukung oleh dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Sejak 2022 hingga 2024, pungkasnya, negara mengalokasikan 135 titik setiap tahun.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



