Jakarta, Bimas Islam -- Menteri Agama (Menag) Yaqut Choulil Qoumas diwakili Staf Khusus Menteri Agama Mohammad Nuruzzaman secara resmi membuka kegiatan Sarasehan Nasional Kemasjidan bertema ‘Masjid Ramah untuk Memperkuat Kerukunan Umat Beragama dan Kerukunan Nasional’ di Jakarta, Kamis (16/3/2023) malam.
Dalam sambutannya, Menag menyebut bahwa sarasehan ini akan mengulas 3 topik besar, yaitu kolaborasi pemberdayaan filantropi untuk pemberdayaan masjid. Kedua mendiskusikan masjid, umat, dan tantangan tahun politik. Ketiga, konsep masjid ramah sebagai tawaran resiliensi masjid.
“Dalam kesempatan yang baik ini, saya mengajak semua anasir dan aktivis kemasjidan, baik Kementerian dan lembaga seperti BUMN, lembaga filantropi, LSM, juga sektor swasta, untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam pelayanan umat, serta pemberdayaan masjid-masjid kita,” paparnya.
Dikatakannya, ketika masjid berdaya, akan berdaya pula jemaahnya, dan Indonesia dengan sendirinya terus maju.
“Dengan potensi kemasjidan yang kita miliki, namun masih stagnan, maka perlu direvitalisasi, misalnya BKM (Badan Kesejahteraan Masjid). Sejak zaman penjajahan Belanda, hampir seluruh wilayah Jawa dan Madura telah didirikan “Beheerscommissie” atau Kas Masjid untuk biaya pemeliharaan masjid-masjid,” jelasnya.
Akan tetapi BKM tersebut seperti wujuduhu ka 'adamihi (keberadaannya sama dengan ketiadaannya), padahal menurut Menag, potensi dan perannya sangat strategis dalam pengembangan atau pengelolaan kemasjidan.
“Pada kesempatan ini saya meminta Pak Dirjen, Pak Direktur, bersama para Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Agama, untuk segera menghidupkan Kembali dan merevitalisasi BKM,” tegas Menag.
Menag juga meminta jajarannya melakukan langkah-langkah cepat dan strategis dalam membangun kelembagaan, menata regulasi, dan memperkuat upaya pemberdayaan serta kesejahteraan masjid.
“Hal ini juga menjadi korelasi dengan program Masjid Pelopor Moderasi Beragama (MPMB) yang pernah diluncurkan tahun lalu, ataupun Program Masjid Ramah, yang kini sedang kita kembangkan,” pungkasnya.
An/Mr



