Solo, Bimas Islam -- Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag terus berupaya meningkatkan kompetensi Penyuluh Agama Islam (PAI). Kepala Subdit PAI Amirullah mengatakan, peningkatan kompetensi PAI sangat penting, tidak hanya dalam konteks peningkatan literasi, tetapi juga merespons perkembangan teknologi informasi dengan kreatifitas menulis.
Menurutnya, teknologi terus berkembang dengan cepat dan berdampak pada berbagai hal, termasuk dalam kegiatan sosial. “Saat ini interaksi sosial tidak terbatas pada pertemuan langsung di ruang kecil seperti kantor, aula, dan gedung. Bahkan kita semua memiliki ruang interaksi yang asyik di dunia digital yaitu media sosial,” katanya kepada bimasislam, Kamis (2/3/23).
“Informasi tentang keagamaan menjadi salah satu yang paling banyak dicari. Begitu pula opini terkait isu-isu keagamaan menjadi tulisan yang dibutuhkan di media digital saat ini,” jelasnya.
Menurutnya, kebutuhan tersebut disambut dengan hadirnya ribuan website keislaman yang menyajikan berbagai informasi keagamaan.
“Oleh karenanya Penyuluh harus siap mengambil peran dan aktif merespons kebutuhan tersebut. Penyuluh harus menjadi kontributor aktif dalam menyediakan referensi keagamaan sebagai rujukan umat,” tegasnya.
Amir menekankan, menulis untuk media online merupakan unsur penting yang sepatutnya dimiliki PAI, sehingga perlu diberikan pelatihan literasi digital, belajar tentang peta dan lanskap media digital keislaman di Indonesia, dan menembus ruang media online keislaman.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat menciptakan referensi keagamaan dengan narasi alternatif dengan gaya menulis kreatif yang kekinian di portal media mainstream,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan yang digelar selama tiga hari, Senin-Rabu, 27 Februari hingga 1 Maret 2023 ini diikuti 60 PAI yang dipilih berdasarkan keaktifan melakukan kegiatan penyuluhan di media digital.
An/Mr



