Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag Syamsul Bahri mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi di era digital mengakibatkan banyak perbedaan dalam memahami informasi, sehingga diperlukan penguatan prinsip moderasi beragama dalam menghadapinya.
“Era teknologi informasi saat ini banyak informasi yang berkembang serta perubahan yang begitu cepat, sehingga mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri,” ujar Syamsul dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Penais tahun 2022 di Jakarta, Senin (28/3/22) malam.
Menurutnya, Direktorat Penais merupakan ujung tombak pemerintah dalam penguatan moderasi beragama, serta mengembangkan dakwah Islam yang rahmatan lil 'alamin.
“Kami terus melakukan inovasi mengembangkan dakwah Islam yang rahmatan lil 'alamin agar mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya di hadapan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dan Sesditjen Bimas Islam M Fuad Nasar.
Dikatakannya, setiap program di bidang Penais, pihaknya bekerja sama dengan stakeholder dan mitra seperti Ormas Islam, Majelis Taklim, dan lembaga-lembaga keagamaan lainnya.
“Di sisi lainnya, kami juga terus melakukan peningkatan kualitas para Penyuluh Agama Islam yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui sinergi dengan Ormas Islam dan Penyuluh ini, kami memperkuat kerukunan umat baik internal maupun eksternal umat beragama,” jelasnya.
Pada kegiatan tersebut mengangkat tema ‘Penguatan Moderasi Beragama dalam Memahami Perbedaan di Era Teknologi Digital’ itu, Syamsul berkomitmen menciptakan budaya semangat kerja, kompak, moderat, inovatif, dan religius.
“Mari kita bersama-sama budayakan lima jargon ini, semangat, kompak, moderat, inovatif, dan religius,” ajaknya kepada seluruh pejabat di lingkungan Direktorat Penais, serta Kepala Seksi Penerangan Agama Islam, dan Penyuluhan Agama Islam dari 34 Provinsi.
Acara yang akan berlangsung selama tiga hari itu akan menghadirkan narasumber yang pakar di bidangnya, seperti Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali, Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung Amran Suadi, Staf Khusus Menag Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik Abdul Rochman, Staf Khusus Menag Bidang Hubungan Antar Kementerian/Lembaga, TNI / Polri, Kerukunan, dan Toleransi Mohammad Nuruzzaman.
“Semoga dengan kehadiran para narasumber tersebut dapat memperkaya wawasan kita tentang berbagai hal,” pungkas Syamsul.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



