Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) terus memperluas sosialisasi Seleksi Imam Masjid untuk Uni Emirat Arab (UEA). Salah satu upaya yang dilakukan Kemenag adalah menjalin kolaborasi dengan Jamiyatul Qura Wal Huffaz (JQH) Jawa Barat.
“Kita sosialisasikan lebih luas lagi, khususnya di kalangan para hafiz di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib dalam kegiatan sosialisasi Seleksi Imam Masjid untuk UEA melalui Zoom pada Jumat (29/4) malam.
Sosialisasi tersebut dihadiri Kasubdit Kemasjidan Ditjen Bimas Islam Kemenag Ahmad Zamroni, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Ismail Fahmi, Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik (BPKI-PK) Ditjen Bimas Islam Kemenag Akmal Salim Ruhana, serta imam masjid asal Indonesia di UEA Muhammad Harir.
Adib menjelaskan, kolaborasi Kemenag dengan lembaga yang dipimpin Cecep Abdullah Syahid tersebut dalam konteks sosialisasi. Melalui kolaborasi tersebut, dia berharap, informasi Seleksi Imam Masjid ke UEA bisa disampaikan secara luas kepada seluruh jaringan JQH Jawa Barat.
“Kita menggandeng JQH Jawa Barat karena mereka mempunyai jaringan para hafiz yang sangat banyak. Kita harapkan melalui kolaborasi ini, JQH Jawa Barat bisa menginformasi secara lebih luas kepada para hafiz yang memiliki minat untuk bisa mengabdi di UEA,” katanya.
Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini menambahkan, jumlah imam masjid yang sudah dikirim ke UEA sebanyak 30 orang. Dalam waktu dekat, lanjutnya, Indonesia kembali mengirim 20 orang imam masjid.
“Tahun 2021 kita telah menyeleksi sebanyak 50 orang imam masjid. 30 orang di antaranya sudah berada di UEA, sementara 20 orang lainnya akan diberangkatkan setelah Idulfitri 1443 H. Untuk tahun 2022 ini, kita akan menyeleksi lebih banyak lagi, yaitu 150 orang imam masjid,” katanya.
Adib berharap, informasi Seleksi Imam Masjid untuk UEA bisa tersosialisasi merata ke seluruh Indonesia. Apalagi, kata dia, waktu pendaftaran Seleksi Imam Masjid untuk UEA tidak terlampau panjang, yaitu sejak 25 April 2022 hingga 7 Mei 2022.
“Mudah-mudahan program ini betul-betul bisa diakses oleh para hafiz. Tentu sangat penting testimoni dari imam masjid yang berada di UEA untuk bisa menjadi motivasi bagi calon-calon imam yang akan dikirimkan ke UEA,” tambahnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



