Samarinda, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag, Adib mengatakan, indeks literasi masyarakat sangat berbanding lurus dengan majunya peradaban. Karenanya, perpustakaan masjid harus memiliki peran untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat.
“Indeks literasi atau kemampuan literasi sebuah masyarakat ini berbanding lurus dengan majunya peradaban masyarakat tersebut. Masyarakat yang memiliki peradaban tinggi adalah masyarakat yang memiliki tingkat literasi yang tinggi,” kata Adib saat membuka Bimtek Pengelolaan Perpustakaan Masjid di Kota Samarinda, Rabu (9/2).
Menurut Adib, tidak mungkin sebuah peradaban yang maju itu tidak memiliki kualitas kemampuan literasi yang bagus. Tidak mungkin sebuah peradaban mencapai puncaknya apabila minat baca masyarakatnya rendah.
“Justru apabila kualitas literasinya buruk, minat baca sebuah masyarakat rendah, maka kemudian mereka akan menjadi masyarakat yang mudah terprovokasi, mudah terombang-ambing. Jadi pengetahuan itu berbanding lurus dengan tingkat literasi masyarakat,” jelasnya.
Karena itu, Adib menegaskan, sangat penting untuk terus memberdayakan perpustakaan di masjid. Hanya saja, menurutnya, problematika yang dihadapi juga tidak sedikit. “Saya kira dalam Bimtek kali ini harus dibahas juga problematika terkait dengan SDM. Ini menjadi hal yang sangat penting,” katanya.
“Tentu pengelolaan perpustakaan masjid tidak akan sama dengan pengelolaan perpustakaan di sekolah atau perpustakaan di perguruan tinggi atau perpustakaan daerah. Perpustakaan masjid perlu pengelolaan SDM yang khas. Maka tugas kita adalah bagaimana menyiapkan pengurus perpustakaan masjid yang khas itu,” imbuhnya.
Adib menerangkan, dalam menentukan kriteria SDM pengelola perpustakaan masjid tidak sama dengan kriteria pengelola perpustakaan pada umumnya, termasuk jam kunjungannya pun berbeda. Dalam konteks ini, Kemenag perlu menentukan kriteria-kriterianya, dan tata cara manajemennya.
“Dengan kriteria-kriteria dan standar yang telah ditentukan, kita berharap pelayanan literasi pustaka keagamaan untuk umat menjadi maksimal. Masyarakat muslim akan menerima layanan yang memang pas untuk mereka, mulai dari kondisi ruangan hingga manajemen waktu,” kata Adib.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



