Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, M. Adib mamaparakan pentingnya persiapan bagi pemuda dan pemudi yang akan melangsungkan pernikahan. Menurut pria yang akrab disapa Gus Adib ini, persiapan pernikahan berpengaruh signifikan terhadap kualitas rumah tangga yang dijalani usai akad nikah.
"Semua kebaikan yang akan dilakukan harus ada persiapannya, apalagi pernikahan yang merupakan episode baru dalam perjalanan hidup seseorang," ungkap Gus Adib dalam 'Bincang-bincang Pranikah #1 Apakah Saya Sudah Siap Menikah?' yang disiarkan langsung di akun Instagram @siapnikah_official, Jumat (29/4/22) sore.
Pernikahan tanpa persiapan matang, tambah Gus Adib, amat rentan berujung pada perceraian. Pasalnya, banyak dinamika kehidupan yang baru dijumpai setelah menikah dan tidak pernah terbayang sebelum pernikahan.
"Menikah berarti memasuki dunia baru. Awalnya memikirkan diri sendiri, setelah menikah memikirkan orang lain, mulai dari suami atau istri, anak, interaksi sosial dengan mertua, keluarga pasangan, dan masyarakat secara umum," tambah Gus Adib.
Senada dengan Gus Adib, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Nopian Andusti menyatakan, pernikahan merupakan fase baru yang cukup panjang dalam kehidupan seseorang.
"Harus matang usia, mental, ekonomi, sosial, dan spiritual. Tidak siap nikah bisa berujung pada perceraian yang diawali dengan konflik berkepanjangan," tegas Nopian.
Acara bincang santai dimoderatori Hanna Mardiyah ini juga disiarkan langsung di akun Instagram @undhangan.online.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



