Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas Penghulu dan Penyuluh Agama. Menurutnya, Penghulu dan Penyuluh Agama yang berkualitas mampu memahami persoalan masyarakat.
"Kita bertekad dan memastikan bahwa Penghulu dan Penyuluh Agama terus meningkatkan kualitas dan kapasitasnya dalam memahami persoalan masyarakat," ungkap Dirjen dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Calon Pengantin (Catin) Angkatan 5 dan 6 di Jakarta, Selasa (2/8/22).
Penghulu dan Penyuluh Agama, tambah Dirjen, memiliki pengalaman empiris dan autentik yang tidak dimiliki profesi lain. "Penghulu dan Penyuluh Agama tidak boleh berhenti membaca dan melakukan akumulasi intelektual. Baca buku, referensi, majalah, dan semua sumber literasi," tambah Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini.
Selain referensi, Dirjen juga mendorong Penghulu dan Penyuluh sebagai petugas KUA untuk terus membaca dinamika sosial. Menurutnya, pembacaan literasi akan semakin aplikatif dengan memahami persoalan masyarakat.
"Baca juga dinamika sosial. Anda harus mengetahui apa yang sedang terjadi di masyarakat, memahami, dan memberikan solusi," tambah Dirjen dalam kegiatan yang diikuti 110 Petugas KUA dari 93 KUA Revitalisasi ini.
Sebagai informasi, Kemenag terus melakukan peningkatan kualitas Penghulu dan Penyuluh Agama melalui berbagai Bimbingan Teknis (Bimtek), Focus Group Discussion (FGD), pembinaan, pendidikan dan latihan (Diklat), seminar, dan metode lainnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



