Pidie Jaya, Bimas Islam -- Pelaksana Harian (Plh) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Abdul Rahman mengatakan, Program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) menjadi sarana untuk memperkuat Moderasi Beragama (MB) berbasis keluarga. Hal itu ditegaskannya pada acara Bimwin Angkatan 1 bagi Calon Pengantin (Catin) di Aula Kantor Kemenag Pidie Jaya, Rabu (1/3/23). Kegiatan yang digelar selama dua hari itu bertema ‘Melalui Bimbingan Perkawinan, Kita Wujudkan Perkawinan yang Sakinah, Mawaddah Warahmah’.
“Jika kita memahami empat indikator MB, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi beragama. Maka MB harus ada dalam relasi suami istri, cara mendidik anak, dan seterusnya,” paparnya.
Dijelaskannya, cara bersikap sebagai pasangan suami istri harus saling menerima perbedaan pandangan, serta menghindari sikap evaluatif terhadap perbedaan.
“Seni memahami pasangan juga akan berdampak terhadap orang lain, tidak merasa benar sendiri, serta senantiasa saling menebarkan Islam yang rahmatan lil 'alamin. Itulah yang disebut nilai MB mewujud dalam keluarga,” imbuhnya.
Rahman menyebut, jika MB sudah menguat dalam keluarga, maka keharmonisan dan cita-cita keluarga Samawa akan terwujud. “Terwujud pula kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai, dan toleran,” imbuhnya.
“Melalui kegiatan Bimwin ini, kami juga mengharapkan agar catin bisa menambah ilmu untuk mempersiapkan keluarga sakinah, membangun hubungan dalam keluarga, memenuhi kebutuhan keluarga, mempersiapkan generasi berkualitas, dan menjaga kesehatan reproduksi,” pungkasnya.
An/Mr



