Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) memproyeksikan masjid sebagai pusat literasi keagamaan. Pernyataan ini disampaikan Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam Kemenag, Abdullah Alkholis di Jakarta, Kamis (27/1).
“Selain sebagai tempat kegiatan ibadah mahda, masjid adalah salah satu tempat paling strategis untuk menjadi pusat literasi keagamaan. Kita berharap, perpustakaan di masjid dibuat menarik dan nyaman, serta lokasinya di tempat yang mudah diakses masyarakat,” jelas Alkholis.
Menurut Alkholis, pemilihan letak perpustakaan masjid juga perlu diperhatikan. Sebab, kata dia, perpustakaan masjid yang lokasinya sulit diakses menjadi salah satu alasan masyarakat enggan berkunjung.
“Yang perlu diperhatikan adalah lokasinya. Jadi tidak hanya menarik dan nyaman, tetapi mudah diakses dan semestinya terletak di bagian depan,” katanya.
Untuk itu, Alkholis mengajak para pengurus perpustakaan masjid untuk mendaftarkan perpustakaan masjidnya ke aplikasi Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (ELIPSKI) milik Kemenag. Pendataan perpustakaan masjid di ELIPSKI memiliki banyak manfaat, salah satunya permohonan bantuan.
“Kita harapkan para pengurus perpustakaan masjid ini bisa mendaftarkan perpustakaan masjidnya ke ELIPSKI. Banyak manfaat yang bisa mereka terima ketika terdaftar di ELIPSKI,” tuturnya.
Alkholis mengungkapkan saat ini masjid yang memiliki perpustakaan yang masuk dalam catatan Kemenag di aplikasi ELIPSKI baru mencapai 183 masjid. Jumlah itu diharapkan terus bertambah mengingat masjid akan menjadi pusat literasi keagamaan.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



