Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin memberikan pujian terhadap calon imam masjid asal Indonesia untuk Uni Emirat Arab. Menurutnya, untuk mendapatkan imam masjid terbaik dari sekitar 200 juta umat Islam Indonesia bukan perkara yang mudah.
"Ini tahap yang sangat menentukan dan telah melalui seleksi yang panjang. Peserta seleksi tahap dua adalah orang pilihan. Seleksinya sangat ketat. Kita bersyukur sampai pada tahap ini," kata Kamaruddin saat membuka acara Seleksi Imam Masjid untuk Luar Negeri Tahap II di Golden Boutique Hotel, Jakarta, Rabu (3/3/21).
Dirjen menjelaskan, Uni Emirat Arab membutuhkan 200 imam masjid selama 3 tahun. Karenanya, ia meminta para calon imam tampil terbaik saat menjalani tes.
"Tidak mudah mencari imam masjid yang hafal 30 juz Al-Qur'an, qari, menguasai Bahasa Arab dan bisa membaca kitab turats. Kita berharap semuanya lulus karena ini menjadi preseden yang sangat baik," tambahnya.
Kepada para peserta yang mengikuti seleksi, Dirjen memberikan motivasi. Ia berpesan agar para peserta menjalani tes dengan penuh kesungguhan.
"Kita akan berikan yang terbaik. Kita akan persembahkan yang terbaik. Jangan tegang, santai aja. Jangan grogi meski yang menyeleksi langsung dari Uni Emirat Arab. Insya Allah bapak-bapak bisa melewati ujian ini," pungkas Kamaruddin.
Hadir dalam acara ini Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag, Juraidi bersama pejabat eselon III dan IV dari Direktorat Penais. Sebanyak 93 peserta mengikuti seleksi langsung dan 7 peserta WNI di luar negeri akan menjalani tes secara virtual.
(Pirman)
Foto: Sandi
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



