Sleman, Bimas Islam – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) melakukan monitoring dan pembinaan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri di Kantor Urusan Agama (KUA) Tempel, Kabupaten Sleman, pada Kamis (12/12/2024). Monitoring ini bertujuan memastikan pelaksanaan Bimwin Mandiri berjalan sesuai target, yakni menciptakan keluarga yang harmonis dan terhindar dari risiko perceraian.
Dalam kesempatan itu, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Cecep Khairul Anwar menyebut, KUA Tempel merupakan contoh yang baik dalam penerapan Bimwin Mandiri, karena melibatkan berbagai pihak seperti kepolisian yang membahas isu-isu krusial dalam rumah tangga.
“KUA Tempel menjadi salah satu contoh penerapan Bimwin yang baik, karena melibatkan berbagai elemen seperti kepolisian yang membahas isu-isu penting ketahanan keluarga, di antaranya tentang bahaya judi online dan napza,” ungkap Cecep.
Program Bimwin Mandiri di KUA Tempel menawarkan inovasi yang mendukung pembentukan keluarga yang tangguh. Selain memberi pembekalan dasar kepada calon pengantin, program ini juga membahas berbagai persoalan keluarga yang kompleks, seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, kesehatan keluarga, judi online, hingga bahaya napza. Pendekatan ini diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan di KUA lain di seluruh Indonesia.
Cecep mengungkapkan pentingnya persiapan diri yang matang sebelum menikah. “Setiap keluarga harus memiliki kemampuan menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga. Sejak memutuskan menikah, pasangan harus mempersiapkan diri dengan baik, termasuk merencanakan keluarga yang sakinah,” katanya.
Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto berharap, program ini menjadi bekal penting bagi keluarga-keluarga di Indonesia. “Program (Bimwin) ini diharapkan menjadi bekal bagi keluarga-keluarga di Indonesia dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ujar Zudi.
Kegiatan Bimwin di KUA Tempel diikuti 21 pasang calon pengantin. Monitoring ini juga dihadiri oleh Kasi Kepenghuluan Bidang Urais Kemenag DIY, Imam Khoiri, dan Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman, Jaenudin.
Msk/Mr



