Surakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, Agus Suryo Suripto menjelaskan, masyarakat memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap pelayanan KUA. Menurutnya, program Revitalisasi KUA merupakan jawaban atas tingginya harapan tersebut.
Hal itu ia sampaikan saat berbicara pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Bidang Urais dan Binsyar bagi Kepala KUA Revitalisasi, Rabu (11/4/2023) di Surakarta.
“Masyarakat membutuhkan figur untuk mengatasi persoalan keluarganya. Mereka membutuhkan bimbingan yang sesuai dengan tuntutan zaman, yang memerlukan promoting dan mainstreaming dari KUA, terkait dengan program bimbingan keluarga agar dikenal masyarakat,” jelasnya.
Menurut Suryo, KUA harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. KUA harus lebih aktif dan responsif melayani masyarakat, dan layanan yang diberikan harus mengarah pada pembangunan keluarga. Hal itu, menurutnya, merupakan salah satu aspek yang digalakkan dalam program Revitalisasi KUA.
“Revitalisasi KUA merupakan upaya pengembangan dan peningkatan layanan KUA yang prima, kredibel, dan moderat dalam meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama,” jelasnya.
Menurut Suryo, dengan revitalisasi, penilaian masyarakat pada KUA mulai meningkat. Hal itu tidak terlepas dari peningkatan layanan KUA, terbukti dari banyaknya masyarakat yang bangga menikah di KUA, termasuk tokoh publik dan selebritas.
“Image KUA belakangan ini sudah mulai naik. Belakangan ini banyak artis dan masyarakat yang bangga menikah di KUA. Hal tersebut buah dari adanya layanan paripurna dari KUA, sehingga masyarakat merasa terhormat dilayani nikah di KUA,” jelasnya.
Ba/Mr



