Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar), Kemenag, Adib mengatakan, praktik ilmu falak merupakan kebutuhan umat Islam di dunia. Sebab berkaitan dengan pelaksanaan ibadah seperti penentuan arah kiblat, awal bulan Hijriah, waktu salat, dan ibadah lainnya.
“Mempelajari ilmu falak sangat penting dan menjadi kebutuhan kita sebagai umat Islam, karena menyangkut ketentuan kapan dan bagaimana kita beribadah,” ujar Direktur saat memberikan sambutan pada acara Kaderisasi Tenaga Hisab Rukyat Nasional Tahun 2022 di Jakarta, Kamis (2/6/22) malam.
Adib mencontohkan, untuk mengetahui arah kiblat yang tepat, atau memastikan waktu salat sebagai syarat sahnya salat, tentu membutuhkan verifikasi dan rumus-rumus yang dipelajari dari ilmu falak.
“Begitu pula untuk mengetahui kapan terjadinya gerhana matahari atau bulan, itu juga membutuhkan ilmu falak,” tutur mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat itu.
Karena menjadi kebutuhan, permohonan layanan hisab rukyat sangat tinggi di masyarakat. Adib menyebut, hal itu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memberikan layanan yang optimal.
“Maka berkumpulnya kita di sini merupakan bentuk usaha yang kita lakukan agar menjadi manfaat untuk orang banyak,” katanya.
Sebagai informasi, kegiatan yang digelar Subdit Hisab Rukyat dan Syariah Direktorat Urais dan Binsyar itu diikuti 60 peserta dari perwakilan Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



