Jakarta, Bimas Islam --- Syiar Islam di Indonesia tidak bisa lepas dari peran seni dan budaya. Seni dan budaya kerap digunakan sebagai instrumen untuk mendakwahkan Islam kepada masyarakat luas.
Hal ini seperti disampaikan Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, Sayid Alwi Fahmi dalam Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV, Selasa (19/4/22).
"Kedudukan seni dan budaya sangat penting dalam penyebaran syiar Islam. Keduanya sangat berkaitan erat dengan kehidupan sosial dan masyarakat secara umum mulai dari desa hingga perkotaan," kata Sayid.
Dalam acara bertajuk Budaya dalam Ramadan bersama bintang tamu Dik Doang ini, Sayid menjelaskan peran seni dan budaya sebagai komponen penting dalam kehidupan manusia.
"Seni bisa menjadi penyeimbang antara perasaan dan jiwa, antara rohani dan batin. Agar keduanya seimbang, seiring sejalan, disatukan dalam cinta melalui seni," katanya.
Senada dengan Sayid, Dik Doang menyebut keterkaitan erat antara seni, budaya, dan agama. Katanya, dakwah menggunakan seni dan budaya juga dipraktikkan ulama terdahulu.
"Para wali Allah menyebarkan dakwah dengan seni dan budaya seperti menggunakan wayang dan lain sebagainya," ungkapnya dalam acara yang dipandu host Gerda Pertiwi ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



