Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan Surat Keputusan (SK) Izin Operasional kepada empat Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2025 yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2025). Dua LAZ berstatus nasional, yaitu LAZ Yayasan Indonesia Kuat Bermartabat dan LAZ MIZAN Amanah, sementara dua lainnya berskala provinsi, yaitu LAZ Batam dan LAZ Amal Soleh Sejahtera.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan, penyerahan izin ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan kredibilitas pengelolaan zakat di Indonesia.
“Legalitas operasional menjadi fondasi penting dalam tata kelola zakat. Dengan terbitnya SK ini, kami berharap para LAZ dapat berperan optimal dalam memberdayakan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak yatim dan penyandang disabilitas,” ujar Waryono.
Ia mengungkapkan, izin operasional bukan sekadar formalitas, melainkan amanah besar yang harus dijalankan secara transparan dan akuntabel. “Kami mendorong setiap LAZ untuk terus berinovasi dalam pengelolaan dana umat, agar zakat dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Keempat LAZ penerima izin memiliki latar belakang program yang beragam. LAZ Yayasan Indonesia Kuat Bermartabat dan LAZ MIZAN Amanah memiliki cakupan kerja nasional dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Sementara itu, LAZ Batam dan LAZ Amal Soleh Sejahtera bergerak di tingkat Provinsi Kepulauan Riau dengan pendekatan berbasis komunitas lokal.
“Kolaborasi antara LAZ nasional dan daerah menjadi kunci untuk memastikan distribusi zakat lebih merata dan tepat sasaran,” jelas Waryono.
Waryono menekankan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi. “Zakat bukan hanya soal sedekah, tetapi merupakan instrumen keadilan sosial. Kunci utamanya adalah membangun dan menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.
Kemenag, lanjutnya, terus mendorong penguatan sistem pelaporan, digitalisasi, serta pengawasan terhadap kinerja LAZ untuk memastikan tata kelola zakat yang akuntabel dan berdampak luas.
Momentum Berbagi dalam Lebaran Yatim
Kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas turut dihadiri lebih dari 500 anak yatim dan penyandang disabilitas dari wilayah Jabodetabek. Mereka menerima santunan, bingkisan, dan menikmati berbagai pertunjukan seni.
Waryono menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial. “Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari ikhtiar kolektif untuk membangun kesadaran sosial sebagai manusia yang saling mendukung,” pungkasnya.
Fn/Mr



