Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama melalui Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam secara serius melakukan peningkatan kompetensi bagi para penceramah agama. Hal itu dilakukan dalam bentuk bimbingan teknis bagi para penceramah agama.
"Kami diberi amanah oleh negara untuk melakukan pembinaan dan pengawasan dakwah, baik secara individu maupun organisasi. Salah satu yang kami lakukan dengan melakukan bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kompetensi bagi penceramah agama," ungkap Juraidi saat menjadi narasumber dalam Halaqoh Penceramah Agama dan Launching Aplikasi UstadzKita di Jakarta, Kamis (8/4/21) malam.
Bimtek tingkat nasional sudah dilakukan sebanyak dua kali pada tahun 2020. Para peserta merupakan penceramah utusan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Selain memberikan materi, Kemenag juga terbuka menerima masukan.
"Kita melakukan bimbingan teknis agar dakwah kita lebih efektif dan diterima masyarakat. Itu salah satu harapan kita," tambahnya.
Bimtek yang dilakukan Kemenag juga merupakan respons terhadap perkembangan teknologi dan informasi. Tak hanya melakukan bimtek, Kemenag juga serius melakukan tindaklanjut.
"Kita betul-betul serius. Kita melakukan follow up setelah bimtek. Kita juga ingin penceramah sebagai modal umat ini bersatu setelah kita berikan materi terkait wawasan keislaman dan keindonesiaan," pungkas Juraidi.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Alissa Wahid: Ketahanan Bangsa Dibangun dari Keluarga
Bogor, Bimas Islam — Penasihat Ahli Menteri Agama, Alissa Wahid, mengungkapkan, ketahanan bangsa berawal dari keluarga yang kuat. Karena itu, penguatan…



