Bogor, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor siap melakukan upaya sosialiasi massif terkait literasi wakaf kepada masyarakat.
“Masyarakat Indonesia memiliki kemampuan literasi wakaf sangat rendah. Sangat ironi sebagai masyarakat yang mayoritas beragama Islam,” kata Tarmizi saat ditemui usai Rapat Kerja Anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) Tahun 2021 di Hotel Aston, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/02).
Pria yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan BWI itu menjelaskan, masyarakat memang tahu dasar-dasar hukum wakaf, tetapi kalau ditanya soal peran wakaf untuk mengentaskan kemiskinan dan perbaikan ekonomi, pengetahuan masyarakat masih rendah.
“Perlu sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya wakaf. Agar masyarakat mengetahui fungsi lain dari wakaf,” ujarnya.
Selain itu, Direktur mengatakan bahwa stigma yang berkembang di masyarakat, wakaf hanya bisa menggunakan tanah atau bangunan. Padahal ada berbagai macam jenis wakaf seperti, wakaf uang, hutan wakaf, wakaf produktif, dan semacamnya.
“Selain manfaat wakaf, penjelasan soal macam-macam wakaf kepada masyarakat merupakan tugas utama kita,” pungkasnya.
(Tommy)
Editor: Pirman
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



