Jakarta, Bimas Islam - - Pemerintah Indonesia terus berupaya melakukan penurunan stunting. Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag, Ahmad Zayadi mengatakan, Ditjen Bimas Islam memiliki delapan strategi untuk menyukseskan program tersebut.
Sinergi Lintas Sektor
Zayadi mengatakan, akan ada sinergisitas lintas Kementerian antara Kemenag, Kemenkes, BKKBN, ormas Islam, dai, dan daiyah untuk menyusun modul percepatan penurunan stunting dalam perspektif agama Islam.
“Semakin kolaboratif, maka peluang penurunan stunting semakin besar,” kata Zayadi kepada bimasislam di Jakarta, Kamis (06/10).
Peningkatan Sumber Daya Manusia
Zayadi mengatakan, akan melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan tentang penurunan stunting. Semua yang terlibat dari Penyuluh Agama Islam (PAI), dai, dan daiyah harus memiliki persepsi yang sama dalam memberikan materi penanggulangan stunting kepada masyarakat.
Maksimalkan Peran PAI
Zayadi mengatakan, akan memaksimalkan peran PAI dengan melaksanakan bimbingan dan penyuluhan yang kreatif dan inovatif sebagai upaya penurunan stunting.
“Mulai hari ini PAI adalah agen yang bertugas mengedukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat bahaya stunting,” jelasnya.
Pemanfaatan Aplikasi e-PA
Zayadi mengungkapkan, akan memanfaatkan aplikasi Penyuluh Agama Elektronik berbasis website (e-PA) sebagai media pelaporan, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan bidang stunting bagi PAI.
Maksimalkan Aplikasi Ustadzkita
Zayadi menjelaskan, pihaknya akan memaksimalkan aplikasi Ustadzkita sebagai media yang mampu menampung kumpulan referensi materi-materi tentang Stunting dalam perspektif agama Islam.
“Nanti di aplikasi Ustadzkita akan ada kanal yang memudahkan siapapun untuk mendapatkan referensi dan rujukan tentang cara penurunan stunting,” ungkapnya.
Penyiapan Materi Dakwah
Zayadi mengungkapkan, pihaknya menyiapkan materi dakwah tematik tentang stunting dalam perspektif agama Islam. “Ini sebagai bentuk pemerintah hadir dengan menyiapkan materi dakwah sebagai bentuk menanggulangi stunting,” kata Zayadi.
Dakwah Kesehatan
Zayadi mengatakan, akan melakukan dakwah kesehatan sebagai upaya pencegahan stunting dengan pendekatan ilmu keislaman yang dilakukan oleh penceramah. Zayadi menyampaikan, secara akademik Kemenag ditantang untuk merumuskan fikih kontemporer sesuai perubahan-perubahan zaman.
“Bisa jadi nanti ada fikih kesehatan reproduksi, fikih tentang stunting, dan masih banyak lagi. Kita harus memiliki perspektif karena zaman mengalami perubahan, maka fikih pun harus melakukan penyesuaian,” katanya.
Optimalisasi Penghulu dan PAI
Strategi lainnya, kata Zayadi, mengoptimalkan peran penghulu dan PAI dalam Bimbingan Pra Nikah melalui capacity building sebagai fasilitator dalam memberikan layanan dan bimbingan bagi masyarakat.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



