Padang, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan instrumen pengukuran kinerja yang lebih terstruktur dan terukur. Hal itu disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, diwakili Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam, Jamaluddin M. Marki, dalam kegiatan Evaluasi Kinerja dan Serap Aspirasi Penyuluh Agama Islam Provinsi Sumatra Barat di Padang, Jumat (20/6/2025).
Kegiatan yang diikuti 100 Penyuluh Agama Islam, baik PNS, PPPK, dan honorer itu bertujuan memberi penyegaran materi, meningkatkan kapasitas penyuluh agar semakin inklusif, moderat, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, forum ini menjadi ruang komunikasi dua arah antara pembuat kebijakan dan penyuluh agama di lapangan.
“Sesuai arahan Dirjen Bimas Islam, perlu ada instrumen untuk mengukur kinerja penyuluh. Penyuluh ini ibarat guru, seharusnya punya rombongan belajar, kurikulum, bahkan rapor. Jadi bisa dikuantifikasi berapa umat yang sudah diberikan penyuluhan,” ujar Jamal.
Senada yang telah ditegaskan Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad pada Rabu, 4 Juni lalu, kinerja Penyuluh Agama Islam mesti dapat diidentifikasi melalui data yang jelas dan terukur. Salah satu indikatornya, menurut Abu, adalah kemampuan penyuluh untuk menjangkau minimal 100 orang dalam satu semester kerja.
“Ada target sasaran, indikator keberhasilan, dan capaian yang bisa diukur. Ini bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo agar program pemerintah tidak berhenti pada retorika, tetapi berdampak,” tegas Abu.
Sementara itu, Kakanwil Mahyudin diwakili Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Sumatra Barat, Abrar Munandar, mengingatkan para penyuluh untuk terus berinovasi, keluar dari zona nyaman, dan memanfaatkan platform digital sebagai sarana dakwah yang efektif.
“Penyuluh wajib memiliki media sosial agar jangkauan dakwah tidak terbatas. Nanti kita juga akan memberikan materi dan pelatihan tentang optimalisasi media sosial,” ungkap Abrar.
“Kami ingin kehadiran kami di sini membawa pencerahan dan semangat baru. Karena sudah menjadi kewajiban kita, sebagai aparatur negara, untuk terus bekerja demi umat,” tandas Jamal.
Wcp-Mr



