Jakarta Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi hadir sebagai narasumber dalam Dialog Tokoh/Pimpinan Ormas Islam Tingkat Pusat di Jakarta, Senin (5/12/22). Zayadi mengatakan, meski Indonesia bukan negara agama tetapi Indonesia menjadikan nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Indonesia merupakan negara demokrasi yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negara. Di dalam Pancasila, sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjiwai dan mendasari ke-empat sila lainnya," terang Zayadi.
Pancasila, sambung Zayadi, dilambangkan dengan Burung Garuda. Peletakan lambang sila pertama di tengah dada Burung Garuda dan menjadi penghubung bagi lambang ke-empat sila lainnya memiliki nilai filosofis.
"Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar bagi terwujudnya Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, perekat Persatuan Indonesia, mewujudkan masyarakat yang gemar bermusyawarah mufakat, dan mendasari terwujudnya Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," imbuh Zayadi.
Pancasila yang disepakati para pendiri bangsa, tegas Zayadi, melahirkan komitmen keberagamaan dalam berbangsa. "Kita ini sebagai entitas bangsa yang berketuhanan. Ketuhanan mendasari berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Zayadi.
Zayadi meyakini, Pancasila juga menjadi visi Indonesia masa depan. Pengamalan Pancasila di berbagai lini kehidupan diyakini mampu melahirkan masyarakat Indonesia yang berkualitas.
"Visi Indonesia ke depan adalah lahirnya generasi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi dan mengamalkan kemanusiaan, perekat persatuan, menjadikan musyawarah mufakat sebagai budaya dalam mengambil keputusan, dan menjadi aktor terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Sebagai informasi, Dialog Tokoh/Pimpinan Ormas Islam Tingkat Pusat dihelat Subdit Kemitraan Umat Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag. Dialog dihadiri 40 tokoh/pimpinan Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam serta 10 peserta dari unsur Kemenag.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



