Banjar, Bimas Islam -- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib mengungkapkan, takmir mempunyai peran strategis menjadikan masjid sebagai pusat syiar keagamaan yang moderat. Menurutnya, takmir sangat lekat dengan program-program di masjid.
"Takmir punya peran strategis menjadikan masjid sebagai pusat syiar keagamaan yang moderat, sebab mereka adalah orang punya wewenang mengelola program-program di masjid," ujar Adib saat menjadi narasumber Talkshow MTQ Nasional XXIX di Media Center Taman Cahaya Bumi Selamat, Martapura, Banjar, Kamis (13/10).
Karenanya, mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini menegaskan, takmir masjid harus memahami tiga aspek untuk menjadikan masjid sebagai pusat syiar keagamaan yang moderat.
Pertama, ungkap Adib, aspek idarah (manajemen). Dia menjelaskan, melalui aspek idarah ini, tata kelola harus diserahkan kepada orang yang punya dedikasi tinggi terhadap masjid sebagai ekspresi dari keimanan kepada Allah.
"Mengelola masjid tidak sama dengan mengelola lembaga pada umumnya. Jadi, takmir masjid harus punya mindset pengelolaan yang baik," tegasnya dalam acara bertajuk 'Pemberdayaan Masjid dan Kerukunan Umat'.
Adib melanjutkan, kedua adalah imarah (memakmurkan). Dia menegaskan, takmir harus memiliki program-program untuk meramaikan masjid, tidak hanya program yang berkaitan dengan ibadah, tetapi juga program yang bersifat sosial kemasyarakatan seperti pemberdayaan ekonomi umat hingga program pendidikan keagamaan.
"Karena itu, takmir masjid harus visioner, punya program untuk meramaikan masjid, sehingga jemaah di sekitar masjid menjadi tertarik untuk meramaikan masjid. Tentu program-program yang diusung tidak hanya seputar ibadah, tapi juga bersifat sosial kemasyarakatan," jelasnya.
Ketiga, jelas Adib, aspek riayah (pemeliharaan). Dia menegaskan, masjid semestinya menyediakan fasilitas yang nyaman bagi masyarakat.
"Untuk menunjang hal itu, maka muncul program masjid ramah disabilitas, masjid ramah anak, masjid ramah lingkungan. Jadi fasilitas yang ada di masjid betul-betul diperhatikan, sehingga umat merasa betah berada di masjid. Melalui tiga aspek ini kita hendak membangun ukhuwah islamiyah yang kokoh," katanya.
Untuk menyukseskan tiga aspek tersebut, pungkas Adib, Kemenag tengah menyusun modul manajemen masjid bagi takmir masjid. Melalui modul tersebut, kata dia, tujuan menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam bisa terwujud. "Kita sedang menyusun modul agar takmir masjid paham aspek idarah, imarah, dan riayah," katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



