Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan, 85% calon pengantin di tahun 2023 mendapatkan Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan keluarga harmonis yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Demikian disampaikan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Kementerian Agama (Kemenag), Zainal Mustamin dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan III & IV, Selasa-Jumat, (16-19/05/2023) di Jakarta.
"Di tahun 2023, 85% calon pengantin ditargetkan sudah mendapatkan Bimbingan Perkawinan dengan materi yang terkait dengan kesehatan reproduksi dan stunting. Ini menjadi tantangan sendiri, karena yang kita lakukan ini menjadi kontribusi memperkuat sosialisasi terkait pekawinan yang seharusnya," ujarnya.
Tak hanya itu, Zainal juga membahas rentannya pergaulan remaja di era teknologi. Hal tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian. Melalui BRUS, diharapkan para orang tua mampu membimbing anak-anaknya agar terhindar dari hal-hal negatif.
"Dengan adanya perkembangan teknologi, potensi pergaulan bebas meningkat. Peran keluarga sangat penting, karena keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak," pungkasnya.
Bimtek Fasilitator BRUS Angkatan III dan IV yang digelar Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah ini diikuti 106 peserta perwakilan Kantor Urusan Agama Revitalisasi seluruh Indonesia.
Msk/Mr



