Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI, Moh Agus Salim mengatakan, bantuan fasilitas sarana masjid akan lebih diprioritaskan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
“Pada tahun anggaran 2020 jumlah masjid dan musalla yang sudah dibantu ada 177 unit masjid, 59 unit musalla, dan untuk tahun anggaran 2021 kami menargetkan 1500 unit masjid dan musalla. Namun Pandemi Covid-19 berdampak pada program Direktorat Urais dan Binsyar sehingga harus disesuaikan dengan regulasi terkait pencegahan Covid-19,” katanya pada Bimas Islam, Senin (01/3).
Agus Salim mengatakan, banyak program tahun 2020 yang pelaksannaannya secara virtual. Hal ini merupakan bentuk optimalisasi anggaran untuk penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.
“Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat Indonesia, sehingga terjadinya optimalisasi anggaran tersebut tentu juga akan mempengaruhi target kita di tahun 2021,” paparnya.
Sementara itu, Kasubdit Kemasjidan Abdul Syukur mengatakan, pihaknya sudah menjajaki untuk bersinergi dengan beberapa stakeholder.
"Kita sudah melakukan komunikasi dengan MUI, Yayasan Masjid Nusantara, dan pertemuan dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kemarin dari BSI sudah mempresentasikan rencana programnya dan kedepannya akan dilakukan MoU (Memorandum of Understanding)," Paparnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag-BI Gandeng Lembaga Filantropi Islam Perluas Wakaf Energi di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, Bimas Islam — Kementerian Agama dan Bank Indonesia (BI) menggandeng lembaga filantropi Islam dalam memperluas wakaf energi melalui pemasangan…



