Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menyatakan, Moderasi Beragama merupakan pendekatan lembut kepada masyarakat terkait kehidupan berbangsa dan bernegara. Kamaruddin menyampaikan hal ini dalam Dialog Indonesia Bicara yang tayang di TVRI Nasional, Selasa (29/11/22) malam.
"Kita terus melakukan pengarusutamaan Moderasi Beragama sebagai sikap dan perilaku kolektif masyarakat Indonesia. Moderasi Beragama mengajarkan kita untuk saling menghargai perbedaan di tengah masyarakat," ungkap Kamaruddin di Jakarta.
Dalam dialog bertema Implementasi Moderasi Beragama ini, Kamaruddin menegaskan, setiap individu wajib menjadi umat dan warga negara yang baik. Salah satu indikatornya, imbuhnya, mampu menghargai keragaman agama dan budaya.
"Salah satu substansi Moderasi Beragama adalah menghargai eksistensi orang/pihak lain. Kita hidup bersama sebagai warga bangsa yang memiliki kesamaan hak untuk hidup sehingga harus saling menghargai," sambungnya.
Sebagai pihak yang ditugaskan Pemerintah Indonesia sebagai leading sector implementasi Moderasi Beragama, imbuh Kamaruddin, Kemenag akan terus melakukan kolaborasi dengan seluruh pihak. Menurutnya, saling menghargai sebagai salah satu spirit pelaksanaan Moderasi Beragama juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
"Kita akan terus memperjuangkan Moderasi Beragama secara sistematis, terencana, dan teratur. Kita akan terus bergerak hingga seluruh masyarakat saling menghargai meski memiliki banyak perbedaan," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



