Siak, Bimas Islam – Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan para nazir di Kabupaten Siak, Provinsi Riau untuk menggandeng kolaborator strategis seperti perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan lembaga keuangan dalam mengembangkan wakaf produktif. Hal ini disampaikan Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin, saat membuka Pelatihan Nazir Inkubasi Wakaf Produktif di Siak, Senin (2/12/2024).
“Nazir perlu keluar dari pola pikir lama dan mulai membangun jejaring dengan pelaku usaha, pemerintah daerah, dan komunitas. Kolaborasi ini akan membuka peluang baru untuk pengelolaan wakaf yang lebih produktif,” ujarnya.
Kabupaten Siak memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, pendidikan, dan ritel yang dapat dikembangkan melalui program wakaf produktif. Aset wakaf berupa lahan yang selama ini kurang termanfaatkan, misalnya, dapat diubah menjadi proyek perkebunan, agrowisata, atau pusat pelatihan.
“Siak memiliki potensi luar biasa yang perlu dikelola secara profesional. Saya yakin nazir di Siak mampu menjadi pionir dalam memanfaatkan wakaf sebagai instrumen pembangunan daerah,” tambah Muhib.
Muhib menegaskan, Kemenag siap memfasilitasi nazir untuk bertemu dengan mitra potensial seperti perusahaan ritel, lembaga keuangan, atau usaha relevan lainnya untuk mewujudkan program wakaf produktif.
“Kami berkomitmen menjadi jembatan antara nazir dan dunia usaha. Kemenag dapat membantu koneksi dengan sektor ritel, akses permodalan dari bank, maupun Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang,” jelasnya.
Namun, Muhib juga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi nazir, termasuk rendahnya literasi masyarakat tentang wakaf produktif dan keterbatasan kapasitas nazir. Untuk itu, Kemenag terus mendorong pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kompetensi nazir dalam mengelola wakaf secara efektif.
“Kami berharap para nazir lebih aktif menggandeng badan usaha milik daerah, perusahaan swasta, dan lembaga amil zakat untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memberi manfaat sosial, serta menanggulangi kemiskinan,” pungkas Muhib.
Fn/Mr



