Bogor, Bimas Islam --- Kementerian Agama melalui Direktorat Urais Binsyar menggelar FGD Penilaian Buku Keagamaan 1 di Bogor, Jawa Barat. Kegiatan berlangsung Selasa-Rabu (15-16/6).
Kepala Subdit Kepustakaan Islam Abdullah Al-Kholis mengungkapkan, pihaknya akan menargetkan 1.000 judul buku umum keagamaan yang akan ditelaah dan dikaji oleh tim penilai.
“Sebenarnya banyak buku-buku umum keagamaan Islam yang dibutuhkan oleh masyarakat, oleh karena itu perlu adanya standar mutu buku,” ujar Al-kholis dalam sambutannya di Bogor, Selasa (15/6).
Menurut Al-Kholis, tim penilai buku yang telah terbentuk sejak tahun 2017 itu, diharapkan dapat mengkaji kualitas dan standar mutu terhadap buku-buku umum keagamaan.
“Misalnya ketika mau membantu perpustakaan masjid, tentu saja buku-buku hasil telaah ini yang akan diberikan atau direkomendasikan, dan juga disesuaikan dengan kebutuhan,” paparnya.
Al-Kholis menjelaskan tim penilai buku tersebut dibentuk sejak tahun 2017, sebagai respons atas lahirnya UU No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan.
Tim tersebut terdiri dari unsur Akademisi, Dosen, NU, Muhammadiyah, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an, Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kinan Nasanti Consultant, dan Nasaruddin Umar Office (NUO).
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



