Bogor, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin mengatakan, masjid harus memilih penceramah yang memiliki paham moderat. Ia menegaskan masjid harus menjadi tempat menyampaikan pesan Islam yang rahmatan lil alamin.
Hal itu disampaikannya pada acara temu Konsultasi Pengelolaan Masjid di Kementerian dan Lembaga yang digelar oleh Subdit Kemasjidan Direktorat Urais Binsyar Kemenag di Hotel Arch, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3) malam.
“Dalam membuat kegiatan aktivitas di masjid atau musalla harus memilih penceramah-penceramah yang moderat yang selalu menganjurkan cara beragama yang toleran, tidak menghasut atau menebarkan kebencian apalagi ingin mengganti konstitusi kesepakatan bersama, ingin mengganti pancasila, ingin merubah dasar negara kita,” katanya.
Kamarudin menegaskan, masjid tidak boleh menjadi tempat seperti itu. Ia mengajak untuk mewaspadai gerakan-gerakan tindak adu domba terjadi di rumah ibadah di Indonesia.
“Sebagai pengelola masjid, harus bisa menjadikan masjid sebagai tempat yang sangat strategis untuk menyampaikan pesan-pesan agama yang rahmatan lil’alamin, supaya masjid kita betul-betul berkontribusi untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama, untuk meningkatkan kualitas kesalehan umat sekaligus juga untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” paparnya.
Selain itu, Kamarudin juga mengajak pengurus masjid agar bisa menggunakan ruang-ruang di sekitar masjid sebagai tempat atau aktivitas yang bisa membantu pemberdayaan masyarakat sekitar masjid.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



