Jakarta, Bimas Islam – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pentingnya peran para pakar di bidang keilmuan Islam untuk mendukung kebijakan keagamaan yang lebih strategis dan tepat sasaran. Hal ini disampaikan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, dalam acara Pertemuan Ahli Hisab Rukyat di Banten, Rabu (30/10/2024).
Kamaruddin menyampaikan apresiasinya kepada para ahli yang berkontribusi dalam menentukan waktu-waktu ibadah dan aspek-aspek penting dalam pelaksanaan ibadah mahdhah bagi umat Islam. “Jika kita melihat lebih dalam, seluruh rukun Islam yang kita lakukan, mulai dari puasa, salat, hingga zakat, semuanya bergantung pada kepakaran ilmu ini,” ujarnya.
Ia menekankan, para pakar berperan penting dalam menyusun pedoman yang menjadi acuan umat Islam, baik di Indonesia maupun di wilayah dengan tantangan geografis khusus. Berkat kepakaran mereka, ketepatan jadwal ibadah seperti salat dan puasa dapat terjamin.
Kamaruddin juga mengapresiasi sumbangsih besar para pakar. Ia menilai, hasil kontribusi tersebut sangat strategis bagi umat Islam di Indonesia, bahkan berpotensi dikembangkan untuk masyarakat dunia.
Dalam kesempatan itu, Kamaruddin mengajak para pakar untuk bersama-sama melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang telah diterapkan, sambil berharap adanya masukan yang membangun. “Kami sangat terbuka untuk setiap evaluasi, kritikan, atau saran dari Bapak/Ibu sekalian, termasuk bagaimana masyarakat melihat kebijakan-kebijakan ini dan bagaimana kita bisa meningkatkan kualitasnya,” jelas Kamaruddin.
Lebih lanjut, Kamaruddin menyebut kontribusi ini sebagai bentuk kerja sama kolektif antara pemerintah dan para pakar. “Kami, di Kementerian Agama, pada dasarnya adalah simbol yang mewakili hasil kerja keras Bapak/Ibu sekalian,” tambahnya.
Fn/Mr



