Tangerang Selatan, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mencegah menguatkan moderasi beragama.
“Pengarusutamaan moderasi beragama merupakan upaya untuk menangkal radikalisme. Kita sedang berkontestasi untuk mempromosikan moderasi beragama,” kata Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, usai membuka Lokakarya Qadhaya Fiqhiyah Mu’ashirah Vaksin dalam Tinjauan Maqashid Al-Syariah di Hotel Sahid Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (15/2/2021).
Selain melibatkan 8.200 pendakwah dan 50.000 penyuluh agama, Kemenag juga melibatkan para penghulu dalam mencegah menguatkan sikap moderasi dalam beragama.
“Penghulu harus menjadi instrumen dalam menyampaikan paham moderasi beragama,” ujarnya.
Selain itu, Bimas Islam juga akan menyiapkan naskah khutbah pagi para pendakwah untuk menambah wawasan mengenai moderasi agama.
“Naskah-naskah khutbah sedang kita buat. Kita ingin agar khatib-khatib kita membaca naskah khutbah yang kita buat meskipun tidak kita wajibkan. Bagi penceramah yang sudah mapan dan matang literasi agamanya tentu tidak butuh itu. Kita akan siapkan. Melalui instrumen khutbah ini kita berharap paham keagamaan yang moderat bisa memberikan kontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadi agama harus merespons berbagai persoalan yang dihadapi bangsa dan umat dengan perspektif moderasi beragama sehingga agama menjadi insipirasi,” terang Kamaruddin.
Kamaruddin menambahkan, Bimas Islam juga akan membuat jurnal mengenai moderasi beragama agar pencegahan radikalisme berjalan maksimal.
“Kita juga telah membuat jurnal Bimas Islam. Jurnal Bimas Islam berisi tulisan-tulisan yang isinya kira-kira ke arah pengarusutamaan moderasi agama. Kita juga akan terus membuat majalah yang isinya moderasi agama,” tandas Kamaruddin.
(fadly)
editor : sigit
(fadly)
editor : sigit



