Cirebon, Bimas Islam -- Peningkatan literasi khazanah keagamaan bisa dimulai dari lingkup kecamatan, termasuk KUA.
Hal itu disampaikan Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam, Abdullah Alkholis saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) bagi KUA Revitalisasi Wilayah Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Jawa Timur di Cirebon, Kamis (13/7/2023).
“Bapak/ibu harus membuka mata dengan lebar bahwa indeks literasi kita rendah, termasuk dalam hal keagamaan. Maka, KUA sebagai garda terdepan Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, perlu berkontribusi untuk meningkatkan literasi keagamaan di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Peningkatan tersebut, imbuh Alkholis, dimulai dari koordinasi antara KUA, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan tenaga Perpustakaan Masjid (PerpusMas).
“Apakah sudah ada DKM dan tenaga PerpusMas datang ke KUA berkoordinasi? Inilah pentingnya kita memperkenalkan program yang ada di Subdirektorat Kepustakaan Islam. KUA bisa memanfaatkan layanan ini agar KUA lebih berkualitas pelayanannya,” tandasnya.
Alkholis menambahkan, berbagai layanan literasi keagamaan tersebut bisa diakses melalui Elipski (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam).
“Layanan literasi keagamaan ini bisa diakses melalui Elipski. Sejumlah layanan di fitur-fitur tersebut menyajikan informasi terkait naskah khotbah Jumat, buku keagamaan, dan informasi terkait pengajuan bantuan buku dari Kemenag,” ulasnya.
Alkholis pun mengajak KUA revitalisasi di tiga provinsi membuka Elipski.
“Silakan buka Google Chrome lalu ketik Elipski. Mari mengenal Elipski sejak pandangan pertama,” pungkasnya.
Wcp/Mr



