Palu, Bimas Islam- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur mengatakan, program ZMart dan Rumah Sehat Siti Masyithah di Palu, Sulawesi Tengah, merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi program zakat dan wakaf dapat memberi dampak positif pada pengembangan ekonomi dan layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama mustahik.
"ZMart adalah langkah strategis yang diambil oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah untuk memaksimalkan potensi zakat demi kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Rumah Sehat adalah upaya untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya mustahik," jelas Waryono kepada wartawan, Minggu (25/7/2024).
ZMart merupakan program BAZNAS yang fokus pada pemberdayaan ekonomi, bertujuan meningkatkan kapasitas warung atau toko milik mustahik agar mampu bersaing di pasar modern. Pada 14 Agustus 2024, digelar Latihan Dasar Kelompok (LDK) ZMart BAZNAS dengan tema "Mengelola Warung Kelontong Secara Profesional" di Musala Daar Zakat, Jalan Tanderante, Kelurahan Kabonena. Kegiatan ini diikuti 50 mustahik kelompok ZMart dan tim Aksesmu.
Waryono juga menekankan pentingnya sinergi antara program ZMart dan Kampung Zakat yang dikembangkan oleh BAZNAS Sulawesi Tengah. Menurutnya, skema kolaborasi ini tidak hanya memberi bantuan langsung kepada mustahik melalui pemberdayaan usaha mikro, tetapi juga mengubah paradigma dalam pendistribusian zakat menjadi lebih berkelanjutan.
"Kolaborasi antara ZMart dan Kampung Zakat adalah inovasi luar biasa di mana zakat digunakan untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi mustahik. Ini sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam memperluas manfaat zakat untuk kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Waryono.
Pendirian Rumah Sehat BAZNAS di Palu, khususnya Rumah Sehat Siti Masyithah, menurut Waryono, merupakan hasil kolaborasi dana zakat dan wakaf. Kolaborasi ini berfokus pada penyediaan layanan kesehatan dasar bagi mustahik yang sering kali terabaikan. Dana wakaf digunakan untuk penyediaan fasilitas kesehatan, sedangkan zakat dimanfaatkan untuk pembiayaan kesehatan mustahik.
Terakhir, Waryono berharap, inisiatif program BAZNAS dapat memperkuat peran zakat dan wakaf sebagai instrumen sosial ekonomi yang mampu memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat. "Program-program inovatif seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia," pungkasnya.
Ba/Mr



