Jakarta, Bimas Islam --- Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Wida Sukmawati mengungkapkan, pemilihan media sosial sebagai sarana kampanye zakat dan wakaf cukup efektif.
"Melihat trend saat ini, sebagian besar masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk berselancar di media sosial, terutama bagi kalangan milenial," papar Wida dalam acara Inside Ramadan bertajuk Zakat dan Gaya Hidup Milenial di JakTV, Jumat (29/4/2022).
Wida mengemukakan, BAZNAS dan LAZ saat ini turut melakukan digitalisasi layanan penghimpunan zakat melalui sejumlah platform crowdfunding untuk merangkul kalangan milenial.
"Kalangan milenial ini sangat bergantung dengan gadget mereka. Agar dapat menyentuh mereka, kita perlu mengikuti apa yang menjadi gaya hidupnya," lanjutnya.
Wida menambahkan, kaum milenial merupakan muzaki potensial yang perlu diberikan literasi mengenai pentingnya menunaikan zakat. Hal ini, menurutnya, karena kalangan milenial merupakan mayoritas penduduk Indonesia.
"Indonesia mendapatkan bonus demografi yang dapat dimanfaatkan untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



