Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin meyakini efektivitas seni dan budaya dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Hal ini disampaikan Kamaruddin dalam Gerakan Pembinaan Penyiaran Islam Masa Kini (Gebyar Imani) Seri ke-6 secara daring di Jakarta, Jumat (16/9/22).
"Gebyar Imani merupakan ikhtiar menjadikan seni dan budaya sebagai alat dan sarana mewujudkan Indonesia yang kita cita-citakan, yang saleh, damai, dan tenteram," harap Kamaruddin.
Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini menambahkan, Indonesia yang memiliki tingkat pluralitas dan keragaman tinggi membutuhkan instrumen perekat. Pendekatan seni dan budaya diyakini Kamaruddin mampu memainkan peranan ini.
"Indonesia sebagai negara bangsa yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 merupakan negara relijius. Indonesia merupakan negara yang sangat plural dan majemuk," tambahnya.
"Kita butuh instrumen yang powerufull dan strategis agar keragaman dan pluralitas tetap membuat keberagaman menjadi kohesi sosial sehingga Indonesia tetap damai dan sejuk. Kita secara bersamaan menjadi warga bangsa yang baik sekaligus umat beragama yang baik," tambahnya.
Hadir sebagai narasumber, Sutradara Senior, Garin Nugroho. Hadir pula, Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Sayid Alwi Fahmi, Analis Kebijakan pada Seksi Siaran Keagamaan Islam, Nur Kumala Dewi.
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag ini rutin dilaksanakan setiap bulan. Hadir pula Pamong Budaya dan Subkoordinator pada Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag dari 34 provinsi, Penyiar Agama Islam, Moderate Millenial Agent (MMA), Penghulu, Penyuluh Agama Islam, dan masyarakat umum.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



