Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) Tarmizi Tohor mengatakan, terpilihnya kembali Indonesia menjadi negara paling dermawan versi World Giving Index (WGI) Tahun 2021 karena faktor Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
“Ajakan berbagi yang diajarkan agama melalui pemberian ZIS di masa pandemi adalah salah satu faktor pendukungya,” katanya saat dihubungi via pesan whatsapp di Jakarta, Rabu (16/6).
Indonesia kembali menjadi negara paling dermawan di dunia versi World Giving Index (WGI) Tahun 2021. WGI adalah laporan tahunan yang diterbitkan oleh Charities Aid Foundation (CAF), menggunakan data yang dikumpulkan oleh Gallup dan memeringkat lebih dari 140 negara di dunia berdasarkan seberapa dermawan dalam menyumbang.
Direktur menyatakan, inilah bukti bahwa selama pandemi tidak menghalangi masyarakat indonesia untuk membayar ZIS. Masa pandemi justru meningkatkan semangat masyarakat untuk membantu sesama.
“Yang berubah nominalnya saja. Masyarakat yang terkena dampak tetap berdonasi meski nilainya lebih kecil,” ujarnya.
Tarmizi mengatakan, peningkatan penghimpunan ZIS selama awal pandemi berdasarkan data yang dirilis Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas Tahun 2020 sebesar 30 persen. Sepanjang 2020, Baznas menghimpun dana ZIS sebesar Rp386,2 miliar, sedangkan pada 2019, penghimpunan mencapai Rp296 miliar.
“Baznas menargetkan penghimpunan selama Tahun 2020 Rp380 miliar, yang terealisasi sebesar Rp386,2 miliar. Sedangkan target muzaki Tahun 2020 214.124 jiwa, terealisasi 785.148 jiwa. Ini bukti masa Pandemi tidak menghalangi masyarakat berbagi,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



